×

Iklan


Gubernur Sumbar Ajak Tokoh Adat Kawal Suasana Kondusif Selama Pemilu

10 Februari 2024 | 22:52:18 WIB Last Updated 2024-02-10T22:52:18+00:00
    Share
iklan
Gubernur Sumbar Ajak Tokoh Adat Kawal Suasana Kondusif Selama Pemilu

Solok Selatan, Khazanah – Pemilu tinggal menghitung hari. Suasana yang kondusif, tenang, aman, dan rukun jelang momen puncak pelaksanaan Pemilu serentak pada 14 Februari 2024 nanti, harus tetap dijaga.

Demikian antara lain disampaikan Gubernur Mahyeldi saat menghadiri undangan silaturahmi Tuanku Rajo Malenggang dan Ninik Mamak/Bundo Kanduang serta Dubalang Alam Surambi Sungai Pagu, Muaro Labuah, Kabupaten Solok Selatan, Sabtu (10/2/2024).

“Untuk menjaga kondusivitas tersebut, juga diperlukan komitmen semua pihak, khususnya penyelenggara Pemilu, unsur pemerintahan, aparat keamanan, serta para peserta Pemilu,” kata Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah.

    Dikatakan, untuk menjamin kelancaran Pemilu, pihaknya telah berulang kali melakukan rapat-rapat dengan Kabinda, TNI/Polri, dan jajaran Forkopimda lainnya, untuk memantau permasalah yang ada di tengah masyarakat. Potensi-potensi permasalahn diperkecil.

    Dalam kesempatan itu, gubernur juga mengajak tokoh adat terutama Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan untuk turut berkomitmen mengawal kondusivitas tersebut. Khususnya Rajo Nan Barampek, yang terdiri dari pucuk pimpinan Tuanku Rajo Bagindo dari Suku Kampai, Tuanku Rajo Malenggang dari suku Tigo Lare Bakapanjangan, Tuanku Rajo Batua dari suku Panai, dan Tuan Rajo Disambah dari suku Malayu.

    "Kami berharap tokoh adat terus mengingatkan sanak dan anak kemanakan kita supaya tetap menjaga tali silaturahmi, persaudaraan, dan kekeluargaan di tengah pelaksanaan Pemilu ini," harapnya.

    Sementara itu, Tuanku Rajo Malenggang, Edi Susanto berharap dengan adanya ajang silaturahmi Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu dengan Gubernur kali ini mendapatkan solusi dalam memecahkan permasalah-permasalahan di tengah-tengah masyarakat Alam Surambi Sungai Pagu.

    "Baik masalah pemerintahan, masalah adat, maupun masalah hak, agar jangan sampai ditinggalkan. Itulah harapan kami kepada bapak gubernur," ucapnya. (devi)